Malakaji, 14 Juli 2026 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gowa menggelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, sehat, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Baru) Tahun Pelajaran 2026/2027 dan diikuti oleh seluruh murid, guru, tenaga kependidikan, serta berbagai unsur pemangku kepentingan di Kecamatan Tompobulu.
Deklarasi tersebut dihadiri oleh Kepala MAN Gowa, Syamsidarni, S.Pd., Danramil Tompobulu, Kapolsek Tompobulu, IPTU Kamaluddin, Kepala Puskesmas Tompobulu, Kepala KUA Kecamatan Tompobulu, Komite Madrasah, serta seluruh keluarga besar MAN Gowa. Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya madrasah yang ramah anak, aman, dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Gowa, Syamsidarni, S.Pd., menegaskan bahwa Sekolah Ramah Anak bukan sekadar program, tetapi merupakan budaya yang harus diwujudkan oleh seluruh warga madrasah.
"Deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bermartabat. MAN Gowa bertekad menjadi madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang menghargai setiap peserta didik, melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, serta membentuk karakter yang berakhlak mulia," ujar Syamsidarni.»
Perwakilan Komite Madrasah, Nurdin, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas langkah strategis MAN Gowa dalam membangun budaya sekolah yang berpihak kepada kepentingan terbaik bagi anak. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Sekolah Ramah Anak membutuhkan dukungan dan kolaborasi yang erat antara madrasah, orang tua, dan masyarakat.
"Komite Madrasah memberikan dukungan penuh terhadap implementasi Sekolah Ramah Anak di MAN Gowa. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga orang tua dan seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan bertanggung jawab," ungkap Nurdin.»
Sementara itu, Kapolsek Tompobulu, IPTU Kamaluddin, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, maupun kenakalan remaja. Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang harus memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik.
"Kami dari Kepolisian Sektor Tompobulu siap mendukung setiap program yang bertujuan melindungi anak dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Kami mengajak seluruh murid untuk saling menghormati, menjauhi perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Mari bersama-sama menjaga MAN Gowa sebagai madrasah yang aman, tertib, dan nyaman untuk belajar," tegas IPTU Kamaluddin.»
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta secara bersama-sama membacakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak sebagai bentuk ikrar untuk menjaga hak-hak anak, membangun budaya saling menghargai, memperkuat karakter, serta menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Deklarasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh unsur yang hadir sebagai simbol dukungan terhadap implementasi Sekolah Ramah Anak di MAN Gowa.
Melalui deklarasi ini, MAN Gowa semakin memperkuat komitmennya sebagai madrasah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, moderasi beragama, disiplin, integritas, dan kepedulian terhadap tumbuh kembang peserta didik. Sinergi antara madrasah, keluarga, pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan komitmen bersama, penandatanganan Deklarasi Sekolah Ramah Anak oleh seluruh unsur yang hadir, serta foto bersama sebagai simbol tekad bersama untuk terus mewujudkan MAN Gowa sebagai madrasah yang aman, inklusif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.